Senin, 23 Mei 2016

Sahabat


Sahabat adalah mereka yang kita anggap bisa dijadikan sebagai orang untuk sandaran ketika kita dirundung masalah dan lara hati,
Mereka yang dengan ikhlas selalu ada dan setia ketika kita membutuhkan bantuan dari mereka,
Mereka yang tidak meninggalkan kita ketika kita jatuh dan  berusaha mendorong kita dan memberikan semangat kepada kita untuk tetap bertahan dan terus bangkit,
Mereka yang selalu mengingatkan kita kepada jalan kebenaran dan menampar kita kita berada dalam jalan salah,
Mereka yang bisa menyenangkan hati menghilangkan rasa gundah dalam hati.
Mereka yang selalu menjaga silaturahmi dengan kita
Mereka yang mendo'akan kita tanpa kita ketahui
Mereka yang meneguhkan hati dan pendirian untuk terus menjaga dan belajar syariat Allah.
Meraka yang akan kita tangisi ketika kita ditinggalkan
Mereka yang bisa memperkaya dan mengajarkan ilmu kepada kita
Mereka yang peduli kepada kita ketika kita sakit
Entah bagaimana dan seperti apa seorang sahabat dalam perjalanan kehidupan kita, dan setiap orang punya sahabat yang berbeda-beda.

Terkadang kita berharap untuk mempunyai seorang sahabat yang paling baik dalam hidup kita, seperti indahnya persahabatan dalam cerita fiksi yang tayang dalam durasi waktu 2 jam.
Terkadang kita menuntut teman kita supaya meraka menngerti akan hidup kita,
Tapi kita sering melupakan bahwa kita belum menjadi sahabat yang baik untuk teman-teman kita.

Kita perlu belajar bagaimana kita menjadi seorang sahabat yang baik untuk teman kita,
Bukan tentang hal apa yang bisa kita dapatkan dari seorang teman tetapi hal apa yang bisa kita berikan untuk teman kita
Tentang bagaimana kita mendo'akan teman kita,
Tentang bagaimana kita menjaga silaturahmi dengan teman kita
Tentang ingin seperti apa kita dikenang oleh sahabat-sahabat kita ketika kita sudah meninggal, sebagai sahabat yang baik atau sahabat yang buruk,
Karena persahabatan adalah hal yang tidak mudah dijalin dan memerlukan waktu untuk bisa saling mempercayai. Jagalah ungkapan perasaan dan ungkapan kata yang kita keluarkan, karena dengan ungkapan kata persahabatan bisa terjaga dan harus didukung dengan kegembiraan yang tiada tara.


Ini adalah tulisan koreksi untuk diri saya sendiri dan sebagai pengingat kepada diri saya.

Mimpi (bagian 1)


Hari semakin gelap, cuaca hari ini lebih mendung daripada hari-hari biasanya, aku pulang sedikit terlambat jadi aku buru-buru keluar kantor karena takut tertinggal dari jemputan bis karyawan, karena terburu-buru ketika turun tangga dari lantai dua aku menambrak seorang perempuan teman sekantorku, aku kemudian minta maaf kepadanya, dia hanya tersenyum, aku cepat pergi ke tempat jemputan bis karyawan yang biasanya menunggu di samping kantor dekat dengan kantin.
Ketika sampai disana bis sudah tidak ada, akhirnya aku pulang dengan naik kendaraan umum, tidak seperti biasanya kendaraan umum yang biasa lewat dekat jalan rumahku jarang sekali lewat akhirnya aku naik kendaraan jurusan lain, angkot 08.  Karena beda jurusan aku juga harus turun lebih awal di pertigaan jalan yang menuju rumahku untuk berganti kendaraan,  seharusnya aku bisa naik kendaraan angkot 05 dari jalan tersebut tapi jarang sekali angkot 05 lewat, sambil menunggu aku berjalan kaki di pinggir jalan sebelah kiri, lama sekali aku menunggu mobil angkot datang, sesekali aku sering menendang batu-batu kerikil yang berada di pinggir jalan aspal yang ada karena jalan yang rusak dan terbawa sampai kepinggir jalan oleh aliran air ketika hujan turun.
Hampir 30 menit mununggu dan sudah hampir 2 km aku berjalan, mobil angkot belum ada yang melewatiku, sesekali aku menengok kebelakang untuk melihat barangkali ada mobil di belakangku, jalanan ini memang sepi tak ada tanda-tanda mobil akan datang, angin berhembus kearahku dari depan terasa begitu dingin, tak tau kenapa aku merasa begitu takut, di depanku ada pohon jambu yang sudah kering tak berdaun, aku baru sadar bahwa setauku aku belum melihat pohon jambu ini sebelumnya padahal aku sering lewat jalan ini, tapi itu tak aku pikirkan mungkin saja aku memang kurang menperhatikan sekitarku ketika naik kendaraan.
Ketika aku hendak berjalan lagi terdengar suara burung gagak hitam hinggap di salah satu dahan yang telah kering dan mati entah dari mana datangnya kemudian gakgak-gagak yang lain ikut juga hinggap diatas pohon itu, aku sangat heran kenapa ada burung gagak?, sebelum pertanyaanku terjawab gagak-gagak itu terus berdatangan semakin banyak, aku tidak bisa menghitungnya, gagak itu hampir memenuhi sebagian dahan-dahan pohon yang setegah kering dan hampir mati itu, sebagian lagi hinggap di atas kabel saluran udara dan diatas atas tiang listrik di sebrang jalan, hari terus semakin gelap menuju magrib cuaca begitu dingin tapi tidak turun hujan.

Gagak gagak berterbangan, berputar-putar di langit, diatas kepalaku, semakin banyak, kepalaku melihat keatas kearah gagak gagak tersebut, warnanya hitam, suaranya melengking menyayat, ada yang aneh dengan salah satu gagak, matanya berwarna merah kehitam hitam-hitaman tidak seperti gagak-gagak lainya, tubuhnya lebih besar daripada gagak-gagak ayang lain begitu juga dengan sayapnya lebih lebar daripada yang lain, sepertinya dia ketua kelompok gagak-gagak. mataku tepat bertatapan dengan mata gagak itu kemudian semua gagak gagak yang lain menghilang sontak aku terkaget sekali aku merasa  ketakutan tapi kepalaku tetap mengarah eatas dan mataku tetap menatap ke gagak itu, kaki bergerak mundur sedikit, sudah mengerti bahwa yang ada dipikiranku adalah lari secepatnya, ketika aku mau lari gagak itu turun menukik ketika kulihat ke arah matanya,, aku terbangun, aku sangat kaget aku masih berada di kantor, badanku berkeringat, aku melihat kearah jam di tangan kananku, tepat pukul 17-20, aku segera beres beres lalu turun, ketika turun tangga dari lantai dua, aku menambrak perempuan teman sekantorku, aku kemudian minta maaf kepadanya, dia hanya tersenyum, aku cepat pergi ke tempat jemputan bis karyawan, bisnya masih ada, cepat-cepat aku naik bis itu, tak lama kemudian bis berangkat. 

Tentang Dua Remaja


Siang di depan sebuah kelas.
Seorang lremaja aki-laki sedang duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu dia sedang membaca sebuah buku, lalu datanglah seorang remaja perempuan memakai kerudung putih dan lengan panjang dan berkata
"boleh aku ikut duduk?"
Remaja Laki-laki itu memandang perempuan yang menyapanya lalu memalingkan wajahknya ke tempat duduk kosong di sebelah kirinya lalu dia berkata
"silahkan"
Remaja Perempuan itu lalu duduk di samping remaja laki-laki dan dia berkata kepada remaja laki-laki
"aku ingin bicara denganmu, dan aku mau kamu mendengarkan!"
Remaja laki-laki hanya diam saja seperti ygn tidak menghiraukan. Tanpa melihat kearah remaja laki-laki, pandangan remaja perempuan lurus ke depan, jari-jari tangan kanannya memegan jari-jari tangan kirinya dan meletakan keduanya diantara kedua pahanya lalu dia meneruskan perkataanya kepada remaja laki-laki itu.
"sudah lama aku ingin mengungkapkan tentang masalah yang aku rasakan ini kepadamu, sudah lama juga aku memperhatikanmu, dan sekarang aku memberanikan diri"
Remaja perempuan itu menarik nafas, lalu melanjutkan perkatannya
"ada perasaan yang berbeda ketika aku memperhatikanmu, aku merasakan perasaan yang senang ketika aku melihatmu dan berada di dekatmu, dan aku berbohong jika aku mengatakan bahwa aku tidak menyukaimu, kamu tidak perlu menjawab apa yang aku akatakan kepadamu, karena kau hanya meminta kamu untuk mendengarkan dan apa yang aku ingin sampaikan dan keluarkan dari dada sudah aku katakan, aku tidak pandai dalam berbicara dengan baik, aku minta maaf"
Remaja perempuan itu kemudian berdiri dan meninggalkan remaja laki-laki sendiri duduk di bangku kursi. Remaja laki-laki menutupkan buku bacaanya, dia berdiri dan kemudian dian masuk ke dalam kelas.
di depan pintu kelas remaja perempuan
Ketika waktu sekolah sudah pulang, remaja perempuan tinggal seorang diri di kelasnya, dia yang terakhir keluar dari kelasnya. Ketika dia keluar dari pintu kelasnya remaja laki-laki yang tadi datang dan meberikan sebuah surat untuk remaja perempuan lalu remaja laki-laki pergi meninggalkan remaja perempuan. Remaja perempuan kembali masuk kedalam kelasnya dan membaca surat dari remaja laki-laki.

"
Kamu telah mengatakan apa yang ingin kamu katakan, maka aku akan menyaipakan apa yang ingin aku sampaikan kepadamu setelah mendengarkan apa ang telah kamu katakan kepadak.
Aku merasa senang jika keberadaanku membuat kamu senang, aku mengeti tentang perasaan kamu, dan aku senang kamu langsung pergi ketika telah mengatakan itu kapadaku.
Terima kasih kamu telah suka kepadaku,
Tapi aku akan menyampaikan bahwa aku tidak bisa membalas perasaanmu sekarang, aku tidak bisa berada disampingkamu untuk sekarang, justru aku berusaha menjaga jarak dan menjauh darimu, aku tidak mau berdekatan denganmu, karena aku mempunyai perasaan yang sama kepadamu.
Usia kita masih remaja, masih banyak hal positif yang bisa dilakukan bukan tentang mengumbar cinta. Aku yakin kamu mempunyai cita-cita maka berusaha raihlah cita-citamu. Kita boleh jatuh cinta tapi kita tidak boleh untuk mengumbar cinta dengan pacaran. Kita tidak tau beberapa tahun kedepan apakah perasana diantara kita masih akan tetap sama atau ada yang berubah,
Jika kamu yakin akan aku maka tunggulah sampai aku menjadi yang terbaik bagimu, jika takdir kita memang untuk bersatu maka tidak ada yang bisa menolak, dan jika takdir kita memang tidak bisa bertemu maka tidak ada yang bisa menolaknya juga.

"

Kareumbi (2009)


Aku bersama dengan kaka kelasku kumpul di depan sekolah sore pukul 4, kami ber-empat berencana untuk berkemah di Kareumbi. Tidak lama untuk saling menunggu semuanya sudah berkumpul, semua sudah siap dan kami berangkat dengan berjalan kaki.  Tidak lama setelah kami memulai perjalanan hujan pun turun dengan deras, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan.

Kami berjalan melawati kampung, diantara rumah-rumah tembok, dan melewati jalan berkerikil batu akibat jalan yang sudah rusak, kampung pertama telah kami lewati, kami harus melewati jalan setapak di pesawahan warga. Langkah berjalan kami diperpanjang dengan ritme yang tidak pelan untuk mempercepat perjalanan. Hajan masih deras dan hal yang kami takutkan ketika berjalan di area pesawahan yang landai dan datar adalah petir. Setelah cukup lama kami berjalan melewati pesawahan kami kahirnya berjalan memasuki kampung lagi, kami berjalan di pinggiran jalan umum, hujan masih deras dan jalan yang kami tempuh akhirnya bertemu dengan jalan raya, hujan sudah mulai reda tinggal gerimis yang turun dengan konstan yang membuat badan kami tetap basah, kami berjalan di pinggir jalan raya, perjalanan kami tidak kalah cepat dengan air yang mengalir di selokan sisa dari hujan deras yang tadi turun. Dari jalan ini aku bisa melihat gunung yang akan kami datangi untuk berkemah, terlihat pohonya cukup lebat, aku menghela napas. Aku harus mengatur pernapasan dan mengontrol tubuh supaya tidak menggigil, menjaga kondisi tubuh supaya tetap hangat ketika melakukan perjalanan saat sedang hujan. Stelah berjalan cukup lama di pinggiran jalan raya dan melewati beberapa pertigaan akhirnya kami masuk melewati kampung lagi, dan kami berjalan melewati rumah-rumah tembok warga dekat gunung Kareumbi, tak lama setelah itu kami melewati perkebunan dan jalan setapak yang berkelok-kelok, hujan semakin reda dan hari pun semakin gelap, perjalanan kami semakin cepat, untungnya akibat dari hujan deras tadi jalanan tidak terlalu licin, karena lumpur-lumpur yang membuat jalan menjadi licin sudah terbawa oleh aliran air hujan, jalan yang kami tempuh semakin melebar, tinggal beberapa menit lagi kami akan sampai di tempat tujuan kami.

Setalah berjalan kurang-lebih 2 jam, akmi akhirnya sampai pada tempat tujuan kami, Ciceri, Gunung Kareumbi. Wilayah ini merumpakan kawasan dari wilayah taman buru gunung Masigit Kereumbi dan merupakan area konservasi dari kementrian kehutanan, jadi untuk itu perjalanan kami cukup sampai disini, kareana seterusnya merupakan wilayah koservasi. Kami bergerak mencari lahan yang nyaman untuk dijadikan tempat berkemah, dan dua orang lainnya mencari kayu bakar, walaupun hujan dan kayu bakar pasti akan basah, kayu bakar tetap kami kumpulkan karena api merupakan sumber yang bisa kami pakai untuk menghangatkan badan. Tenda sudah berdiri sebagian dari kami berusaha menyalakan api, dan sebagian lain melaksanakan solat magrib. Pada saat seperti ini teknik bernapas dan mengontrol diri sangat diperlukan karena pada kondisi yang basah akibah hujan-hujanan aktivitas kami sekarang sudah tidak seperti pada saat kami berjalan ke sini yang selalu bergerak dan membuat tubuh kami tetap hangat, aktivitas kami sekarang lebih banyak diam, ada beberapa cara untuk mengatasi kondisi saat ini, yaitu dengan mengganti pakaian kami dengan yang kering, membuat api, menggosok-gosokan telapak tangan, dan yang aling penting mengatur pernapasan dan tidak menolak rasa dingin itu datang supaya tubuh cepat menyesuaikan dengan kondisi lingkunngan, dan yang paling sangat ppeting adalah jangan sampai perut dalam keadaan kosong atau lapar, karena jika tubuh kita kosong maka tubuh kita tidak akan mempunyai kalori yang cukup untuk diproses menjadi energi dan membuat tubuh menjadi hangat. Cara yang kami pakai untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan mengganti baju bsah kami dengan baju ganti yang kering, setelah itu kami makan bersama dengan makanan yang kami bekal, setelah itu kami berusaha membuat api.

Membuat api dalam kondisi kayu yang basah sangat susah, karena itu kami harus membuat pemicu terlebih dahulu, cara  yang kami pakai untuk membuat pemicu api adalah dengan membakar plastik dan sisa-sisa pembungkus makanan yang tadi kami makan. Plastik ketika diabakar akan meleleh dan lelehan itu akan akan menghasilkan api yang cukup lama meskipun kecil, karena itu kayu bakar yang kami kumpulkan kami potong-potong dan kami bilah menjadi bagia-bagian kecil yang mempunyai luasan tidak melebihi api yang kami buat, cara ini bertujuan untuk mempercepat proses menguapnya air dari kayu tersebut, kayu-kayu kecil kami masukan sedikit demi sedikit menunggu sampai beberapa kayu yang kami masukan pertama mengering dan terbakar, ketika kayu-kayu pertama sedah terbakar maka api akan membesar dan beberapa kayu-kayu sang ukurannya tidak melebihi dari besarnya api kami masukan satu persatu. Kayu tidak boleh di masukan sekaligus hal ini untuk menjaga udara di sekitaran api tidak berkurang, untuk itu teknik dalam menyusun kayu atau menempatkan kayu ke dalam api sangat diperlukan, untungknya kami terlah mengerti dan mampu mengaplikasikannya saat ini. Api semakin membersar dan ketika api telah besar kami bisa memasukan kayu-kayu yang besar, kalau kayu-kayu yang besar sudah terbakar nantinya akan menghasilkan bara api yang menjaga bagian bawah api ungun tetap panas dan bisa membuat api tetap menyala. Akhirnya kami berhasil membuat api.

Malam selepas isya di depan api ungun, kami semua berada di depan tenda dengan beralas matras hitam kami enggan kemana-mana karena area ini sangat basah akibat hujan tadi, untungnya ranting pohon yang kami kumpulkan cukup banyak jadi cukup bisa membuat api tetap menyala sampai kami merasa mengantuk, dan bagusnya satu persatu dari kami merasa nagntuk dan satu persatu mulai masuk ke tenda, aku adalah orang yang pertama masuk ke tenda untuk istirahat, ditemani lagu Ebiet G Ade dan lagu Iwan Fals suara-suara temanku dan suara musik semakin samar dan tidak jelas, sepi dan terasa sangat sepi, telapak kadang terasa dingin, dan terasa ada orang yang bergerak didekatku, terasa begitu lama dalam keheningan, ada terasa orang bangun, kelura dari tenda, samar-samar suara temanku terdengar, aku terbangun, dan ternyata hari sudah pagi, aku ambil air wudu meski sangat dingin dan kami melaksanakan solat subuh.

Pagi-pagi. Sedikit demi sedikit dan perlahan hari semakin terang ujung-ujung daun pohon sudah terlihat, kabut dan uap air naik keatas menghasilkan awan, lampu-lampu di kampung terdekat satu persatu dimatikan, aku bisa melihatnya. Pagi yang sunyi, udara di pegunungan begitu segar, aku bisa merasakannya, tubuhku terasa begitu nyaman ketika menghisapnya, tidak ada bau yang membuat sesak. Dari sini terlihat gunung Geuling dengan lekukannya, dan Gunung Malayang, pemandanagan yang begitu bagus, disini hanya kami ber-empat, sangat tenang dan tidak berisik. Bayang-bayang semakin sirna, matahari sudah terbit, burung-burung terdengar bersuara entah burung apa itu tapi aku suka dengan kondisi seperti ini terkadang terlihat petani yang pergi ke ladangnya. Aku bersiap membuat minuman hangat, dan memasak untuk makan pagi. Kami tidak lama berada disini dan setelah makan dan beres-beres kami langsung pulang karena matahari sudah tersa panasnya.

Kebahagiaan


Adapun kebahagiaan
Adalah untuk mereka yang mau berjuang dan bangkit ketika mereka telah jatuh.
Untuk orang yang mau membuka hati dan memberikan ruang untuk kebahagiaan itu ada dalam hati
Ketika seorang berhenti dari mengejar dunia yang membuat hatinya sempit
Ketika seorang berhasil tapi dia tidak lupa pada orang dan teman-teman yang telah mendukungnya dan memberikan waktu untuknya dan tanpa dia lupa untuk bersukur.
Kebahagiaan adalah ketika seorang bertemu dengan kekasih hatinya yang telah lama berpisah dan dia tidak lupa untuk bersyukur
Ketika seorang kehilangan harta bendanya dan dia tidak merasa bersedih hati karenanya dan karena kebaikan dan keikhlasannya dia menemukan kembali harta bendanya yang hilang tanpa ada kekurangan dan kerusakan sedikpun dan tidak lupa dia untuk bersyukur.
Ketika seorang yang dihina dan dikucilkan oleh temannya tapi dia tidak menghiraukan itu selama tidak menjatuhkan harga diri dan keluarganya sehingga dia selalu memaafkan mereka karena dia yakin dalam hati temannya ada perasaan yang baik kepada orang lain yang belum tersentuh, karena kebikan dan kesabarannya pada temannya hati mereka pun menjadi merasa bersalah danbhatinya tersenthuh sehingga pada akhirnya mereka memibta maaf pada dia tapi dia sudah memaafkan mereka sebelumnya akhirnya mereka pun dan dia bisa berteman dan menjadi sahabat dan tidak lupa dia bersyukur karena itu.
Katika seorang bangkit dari sakit namun padahal ketika dia sakit dia tidak merasa sedih karena dia yakin bahwa sakirtnya adalah penggugur dosanya dan karena kesabarannya dia pun sembuh dan tidak lupa dia untuk bersyukur.
Ketika seorang anak bertemu ibunya yang telah lama berpisah dan dia selalu mendoakan kebaikan dan kesehatan untuk ibunya ketika dia pergi ketika mereka bertemu ibunya dalam keadaan yang baik dan sehat seperti yang selalu dia doakan dan tidak lupa dia bersyukur
Ketika seorang mendapatkan apa yang diinginkannya, apa yang diharapkannya dan dia telah berusaha keras serta berdoa sampai pada akhirnya apa yang dia inginkan dan dia harapkan pun diberikan kepadanya oleh Allah dan tidak lupa dia bersukur
Karena sebagian dari kebahagiaan adalah rasa bersyukur
.....
Ketika aku bisa bertemu dengannya kembali, saling berucap jajni dan bisa hidup bersama, bisa bertemu dan mebuat dia bisa bahagia, membuat dia merasa nyaman, bisa membuat dia merasa aman.
Ketika aku bisa ada disampingnya dan mendengarkan setiap keluhannya, berada disampingnya sebagai orang yang selalu mendukungnya dalam kebaikan.

Ketika aku bisa bersama-sama dengan dia dan saling mendekatkan diri kepada Pencipta Kebahagiaan. Dan aku akan mensyukurinya

Papandayan 2009

Juli 2009
Cisurupan, Garut
Hari pertama
.....
Satu persatu barang-barang dan perlengkapan kami untuk mendaki diturunkan dari kendaraan umum yang membawa kami sampai disini, satu persatu juga para pedagang asongan datang mendatangai kami menawarkan makanan yang mereka panggul setiap hari, lalu kemudian para pedagan itu naik kedalam kendaraan umum yang kami tumpangi tadi dan akhirnya pedagang itu pergi bersama dengan kendaraan umum itu.
"ayo kita nyebrang, kita harus naik kendaraan bak terbuka untuk naik kesana" kata temanku, tangannya sambil menunjuk kearah gunung yang samar-samar ditutupi oleh awan. Kami semua bergegas menyebrangi jalan.
"Kita istirahat dulu disini, makan, solat, lalu kita berangkat. Saya mau nego dulu ke sopir" kata kakak senior dengan cekatan mengarahkan kami.
Tanpa basa-basi kami lalu makan di warung baso di sekitaran tempat itu, tak lama kakak senior kami datang dan ikut makan bersama. Selepas makan kami lalu menuju mesjid terdekat dan melaksanakan solat"
"Ayo semuanya, barang-barangnya dibawa ke mobil, mobil angkutannya sudah siap" perintah kakak senior pada kami, lalu kami memberesi barang-barang dan perlengkapan kami ke atas mobil, sambil bercanda tawa kami naik ke mobil bak terbuka itu. Kami berangkat.
Ketika berangkat kami bisa melihat kesana-kemari karena mobil yang terbuka, hampir setengah jalan menuju pos pendaftaran para pendaki, dari mobil  terlihat dari sisi sebelah yang lain gunung yang tinggi dan terlihat indah.
"Gunung Cikurai, itu adalah gunung Cikurai, tertinggi di Garut" temanku berkata
"Kamu tau gunung itu??" kata temanku yang lain
"Ya,, tapi aku belum pernah kesana, katanya dari puncak gunung itu kamu bisa melihat ujung daratan, pantai. Dari puncak gunung itu kamu bisa melihat pantai" kata temanku lagi.
Sebagian teman-temanku ada yang terdidur, angin yang berhembus karena mobil yang terbuka membuat meraka menjadi ngantuk. Sambil menikmati perjalanan yang berkelok-kelok dan menanjak aku memandanag kearah gunung Cikurai.
Dari kejauhan gunung itu memang indah, bentuknya yang mengerucut membentuk seperti segitiga sangat mudah untuk dilukiskan dalam kertas. Sambil menghela aku menarik nafas yang dalam.
.....
Pos Pendaftaran
.....
"Yo siap-siap, sebentar lagi kita akan sampai di pos" kata kakak senior
Aku langsung melihat kearah depan, terlihat kawah gunung Papandayan dan asap-asap yang keluar dari kawah tersebut. Perjalanan sudah tidak lagi menanjak, dan tak begitu lama mobil berhenti. Sambil bercanda seperti biasa aku dan teman-temanku menurunkan barang-barang dan perlengkapan kami. Mobil yang kami tumpangi balik arah dan lekas kembali ke tempat kita naik tapi. Kami membawa perlengkapan dan barang-barang kami menuju pos pendaftaran. Untuk bisa berkemah di gunung ini kami harus mendaftar disini, kakak senior kami yang mengurus proses pendaftaran, pendaftaran ini berguna untuk menjaga ketertiban pendakian di gununng papandayan ini.
"Semuanya kita kumpul dulu," kakak senior memanggil kami yang sedang duduk istirahat di seberang jalan. Lekas kami semua berkumpul di depan pos pendaftaran.
"Barang-barangnya di turunkan!! Petugas penjaga akan melakukan sweeping untuk perlengkapan kita, Silahkan pak!!" kakak senior memberikan arahan pada kita dan mempersilahkan kepada petugas jaga.
Status gunung ini adalah kawasan konservasi dan taman nasional maka semua peralatan dan perlengkapan kami di sweeping kami tidak boleh membawa perlengkapan senjata tajam dan alat-alat berbahaya seperti golok dan alat-alat yang bisa merusak tumbuhan disana, kami juga mendapat arahan untuk tidak membawa apapun setelah pulang dari tempat ini.
Setelah semua prosedur pendaftaran dan pengecekan peralatan selesai kami semua berkumpul dan berdoa untuk memulai perjalanan, ini sudah menjadi kebiasaan tertib kami sebelum melakukan sebuah perjalanan kami selalu mengawali dengan berdoa.
"Nanti kita akan nge-camp di Pondok Saladah, perjalanannya lumayan, untuk keselamatan dan kelancaran perjalan ini kita awali dengan berdoa, berdoa dipersilahkan" kata kaka senior memberi arahan kepada kita. Setelah itu kami team yang terdiri dari 9 orang (1 kakak senior, 1 perempuan, 7 pemula) ini memulai perjalanan.
.....
Kawah Gunung Papandayan
.....
Gunung papandayan adalah gunung berapi yang masik aktif, kami berjalan diantara bebatuan yang lumayan terjal dan berantakan akibat dari letusan gunung tersebut, perasaanku begitu senang bagitu juga dengan temanku terlihat bahagia aku bisa merasakannya dan melihatnya dari raut wajah mereka. Sambil bercanda dan tetap hati-hati kami berjalan.
Gunung ini memiliki banyak kawah, terlihat beberapa kumpulan asap yang keluar dari kawah-kawah tersebut, tidak hanya dari kawah asap-asap kecil juga keluar dari sela-sela bebatuan yang kami lewati, karena itu dalam perjalanan kami harus menutup hidung kami dengan syal yang selalu kami pakai karena kadar bau belerang yang ada cukup tinggi.
Keindahan gunung ini terkenal sampai keluar negeri, karena kami sering berpapasan dengan turis-turis asing yang turun bersama guider mereka, untuk sebagian orang gunung ini adalah tempat wisata alam yang bagus, gunung ini juga cukup dianggap sakral oleh sebagian orang karena dalam perjalan kami menemui orang yang berpakaian serba hitam sambil memetakan tangannya menjelaskan kepada para wisatawan bahwa di gunung ini, di kawah ini, ada suatu kekuatan dan mahluk lain. Aku hanya tersenyum, seberapa besarpun kekuatan itu tidak akan bisa melebihi kekuatan yang maha besar yaitu kekuasaan Allah SWT yang menciptakan tempat ini dan menciptakan mahluk lain.
Setelah lama berjalan kami akhirnya sampai pada trek yang landai kemudian mendatar, dari ketinggian ini terlihat bahwa gunung ini mempunyai topografi yang bagus, kawasan disekitaran kawah Papandayan terdapat tebing curam, kawasan bebatuan yang terjal, sementara di sisi yang lain terdapat bukit-bukit yang masih terdapat pohon dan bergunung-gunung. Untuk melewati Kawah papandayan ini kami menempuh waktu kurang dari satu jam.
"masih jauh kah??" salah satu teman kami bertanya
"rekan-rekan nanti kita akan melewati jalur ini, terus dan sapai kearah sana, kemudian kita akan naik terus masuk ke hutan cantigi setelah itu Pondok Saladah, tempat camp kita. Ayo semangat" kata kakak senior sambil menunjuk-nunjukan tangannya.
Lepas dari jalur kawah kami menuju hutan cantigi, untuk bisa sampai disana kami harus melwati turunan terlebih dahulu, tak lupa kami mengabadikan setiap moment dan pemandangan yang indah karena untuk kami perjalanan ini adalah yang pertama kali mendaki gunung yang mempunyai ketinggian lebih dari 2600 mdpl jadi kesan apapan kami jadikan moment yang baik sebagai kenangan kami. Untuk mendaki di gunung Papandayan tidak terlalu sulit karena jalur dan trek pendakian sudah terbuka sehingga kita tidak perlu susah untuk menemukan jalur pendakian. Turunan telah kami lewati, ada bebarapa jalan yang banyak terdapat kerikil, batu-batu sebesar kepalan tangan sehingga kami harus hati-hati. Dihadapan kami sebuah tanjakan sudah siap menunggu untuk kami daki, sebelum pendakian kami istirahat di aliran sungai yang terdapat di lembah antara turunan yang telah kami lewati dan tanjakan yang siap kami daki, kami mengisi perbekalan air minum secukupnya, dan kami saling berbagi sedikit makanan, setelah itu kami melanjutkan perjalan.
"woi nyanyi woi" salah satu temanku berteriak
"nyanyi Mars"
Sambil bercanda dan bernyanyi kami mendaki tanjakan ini, nyanyian kebanggaan kelompok kami, nyanyian yang membuat kami semangat, dan memang tidak terlalu lama kami mendaki tanjakan ini, akhirnya kami sampai di atas jalan bebatuan yang lumayan landai.
"Lihatlah!!, tadi kita melewati jalur itu, sebentar lagi kita akan sampai di tempat camp, jalan yang kita tempuh dari tadi adalah modal untuk terus semangat,"
Kami tidak lupa untuk mengabadikan setiap moment dan pemandangan yang indah yang kami lewati termasik di jalan bebatuan yang landai ini.
"sebentar lagi hutan cantigi, yo lanjut ahh,,"
Kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami memasuki hutan cantigi, jalan yang kami lalui jalan setapak yang tidak cukup untuk dua orang berdampingan jadi kami berjalan membadui. Trek yang kami lalui landai dan bertanah tidak ada batu jadi ketika  hujan turun bisa dipastikan jalan ini licin. Untuk sampai di pondok saladah kami tidak perlu watu lama melewati hutan ini.
.....
Pondok Saladah
.....
Kami sampai di Pondok Saladah menjelang sore, segera kami mendirikan tenda, sebagian temanku yang lain mencari ranting-ranting kecil untuk membuat api ungun nati malam, supaya kami bisa menghangatkan badan. Semua langsung bekerja tidak terkecuali, tanpa ada pembagian tugas semua langsung tau pekerjaan apa yang perlu dilakukan, kami sangat kompak dan saling peduli satu sama lain, jadi jika satu bekerja semua bekerja, inilah yang membuatku betah berada dalam kelompok ini, sebagian lagi ada yang mencari sumber air terdekat.
Semua telah bekerja dan waktunya kami istirahat, ada yang bersiap memasak untuk makan malam sebagian per sebagian melaksanakan solat Asar bergantian, yang telah selesai solat kami bergantian dengan yang memasak sehingga estapet pekerjaan terus berlangsung bergantian sehingga tidak ada kegiatan dan waktu yang percuma. Sambil makan-makan dan mengobrol juga memasak kami mengisi waktu menunggu magrib dan malam tiba.
Hari sudah semakin gelap, jam tangan menunjukan lewat pukul 6 lebih, kami melaksanakan solat  magrib dan isya kemudian kami makan bersama. Cara makan kami berbeda dengan seperti biasanya kami menyatukan semua makan menjadi satu dalam wadah yang sama lalu kami mencampurkannya, dengan cara ini lah rasa kebersamaan kami.
Adapun kegiatan yang kami isi pada malam ini adalah kami semua berkumpul di depan tenda kami, mendekat ke api unugun yang tidak terlalu besar, tenda kami saling berhadapan satu sama lain dan api ungun berada di tengah-tengahnya, temanku ada yang memberikan makanan ranting pohon yang dikumpulkan sore tadi kepada api ungun untuk tetap menyalan, sambil berkumpul kami mendengarkan pengalaman hidup dari kakak senior tentang pendakiannya dan keorganisasian di kelompok kami yang katanya berpengaruh kepada kehidupannya, sambil bercanda dan tertawa sampai kami menrasa ngantuk dan setelah itu api ungun kami matikan dan kami semua tidur di tenda.
.....
Pondok Saladah
Hari Kedua
.....
Pagi-pagi di pondok saladah, suasana begitu dingin, padahal aku memakai dua pakaian dan satu jaket serta double kaos kaki pada kaki juga sarung tangan. Aku keluar dari tenda, aku hirup udara yang bersih dan segar ini panjang-panjang, aku melihat sekeliling, begitu sepi, sepi sekali, hanya kami dua tenda yang berhadapan di Pondok Saladah, keadaan yang begitu tenang dan nyaman, pohon adelweis berunduk-unduk terlihat rapi dan bagus, masih diselimuti oleh embun pagi, lekas aku membuka sarung tangan, rasa dingin menembus sampai pada tulang jari, tak lama kemudian teman-temanku terbangun, satu persatu teman-temanku keluar dari tenda,
"bangun-bangun,!!!! Sudah pagi." temanku membangunkan teman-teman yang lain.
Kami semua keluar dari tenda bersiap-siap untuk menjalani petualangan hari ini, aku dan teman-temanku bersuci untuk melaksanakan solat Subuh. Selepas itu kami melakukan peregangan, kegiatan olah raga untuk melenturkan sendi-sendi agar tidak kaku.
"Olah raga dulu ah,, biar tidak kaku, semuanya ikutin gerakan saya ya!" kata temanku yang memang dia rajin dalam olahraga diantara kami.
"okeyy,, bergiliran yang mimpin satu orang satu gerakan berbeda ya"
Pagi-pagi kami isi dengan olah raga sambil tertawa dan bercanda karena gerakan peregangan yang dilakukan teman-temanku aneh-aneh.
Puas dengan olah raga pagi kemudian kami memasak dan kami makan bersama seperti tadi malam dengan menu yang berbeda,
"Tolong ambil air buat minum setelah makan persedian sudah habis, bawa ini." kata temanku kepadaku sambil memberikan aqua kosong kepadaku satu ikat yang terdiri dari 2 buah botol kosong ukuran 1.5 L dan 4 botol aqua ukuran 600 ml
"ahh sekalian ini juag" kata teman yang lain sambil melemparkan botol lebih bagus dan kuat, botol yang biasa di pakai minum oleh para Tentara warnanya hijau tua.
Pulang dari tempat sumber air saya dan teman-teman langsung mendapat pengarahan dari kakak senior
"setelah makan nanti kalian main aja ke sana, ke hutan mati." tangannya meunjuk
"kalian ubek-ubek tuh cari tempat-tempat yang indah, Cuma inget hati-hati" dia melanjutkan
Sesuai yang direncanakan, setelah makan kami pergi menuju hutan mati, kami harus melewati tempat sumber air, melewati beberapa gundukan Adelweis,
Hanya sebentar kami sudah sampai di hutan mati.
.....
Hutan mati
.....
Masuk ke dalam hutan mati, aku berhadapan dengan pohon-pohon berwarna hitam dan tidak berdaun. Pohon-pohon ini merupakan pohon cantigi yang telah mati dan kering akibat letusan gunung Papandayan, sebentar berada di hutan ini sedikit menyeramkan, pohon-pohon kering yang menghitam berpadu dengan tanah yang kaya akan belerang.
"keren euyy" kata temanku
Pohon-pohon ini membuat keindahan tersendiri, tak lupa kami mengabadikan beberapa keindahan disana.
Sampai setengah hari kami berkeliling di hutan mati, semua yang kami lihat hampir sama warna hitam dan tanah belerang yang keputih-putihan. Kami pun kembali ke camp.
.....
Pondok Saladah
.....
Kami beristirahat lalu kami siap-siap untuk solat zuhur, setelah itu kami lanjutkan memasak dan makan siang. Kami lanjutkan kegiatan siang ini dengan jalan-jalan mengeliligi pondok saladah dan mengelilingi hutan cantigi, sesekali bau dari Adelweis tercium, bau terbawa oleh angin yang merayap dikulit dan dingin padahal ini adalah siang hari, perjalanan kami berkeliling dengan bercanda satu sama lain, saling menjaili dan berhati-hati, sampai waktu terasa sudah sore kami kembali ke camp untuk beristirahat, kegiatan kami isi dengan kesibukan sepersi sore kamarin, sebagian dari kami ada yang mencari ranting phon untuk tambahan makanan api ungun nanti malam, ada menyiapkan makanan dan minuman sebagian yang lain pergi mengambl air dengan seikat botol aqua yang pernah kubawa juga, kami menjalankan ibadah seperti biasa.
Udara semakin dingin, hari semakin gelap, api ungun mulai dinyalakan begitu juga dengan perlengkapan masak dan sudah dipersiapkan untuk membuat minuman hangat untuk menemai malam ini. Sampai selepas isya kegiatan kami sperti kemarin, solat dan makan malam bersama.
"malam ini ada cerita apa nih??" temanku berkata.
"apa aja lah bebas,, terserah yang penting rame" kata temanku yang lain
"Ini ceita tentang kegitan oorganisasi kita beberapa tahun kebelakang, tentang sebuah acara diaman guru pembimbing kami jaili"
Kakak senior mengawali ceritanya dan kami pun mendengarkan dengan baik dan tertawa ketika ada cerita yang lucu.
Sesekali aku mengambil ranting pohon dan memberi makan api ungun agar tetap hidup dan menyala setidaknya sampai kami merasa nagntuk. Api ungun ini tidak hanya sebagai penghangat badan dan hiasan tenda ketika kemping tetapi juga untuk menjaga kita agar hewan-hewan tidak mendekat ke arah kami.
Api ungun kami matikan dan kami semua beristirahat.
.....
Hari ketiga
.....

Pagi ini terasa begitu dingin seperti kemarin, dan seperti kemarin juga temanku berteriak membangunkan temanku, hari ini kami tidak olahraga selepas solat kami langsung menyiapkan makanan, kemudian sarapan dan kami memberekan perlengkapan, tenda dan barang-barang kami, kami semua berkumpul dan bersiap untuk pulang. Dan dari sinilah perjalan kami diulai kembali, meyusuri jalan dan trek yang kami lewati kemarin dan tak lupa kami selalu mengabadikan setiap moment dan pemandangan yang indah karena dari setiap moment itu akan ada cerita untuk adik-adik dan teman-teman disekolah. 

Lupakan Kesedihan Masa lalu

Setiap orang mempunyai masa lalunya sendiri-sendiri, dan setiap orang mempunyai kebahagian dan kesedihan pada masa lalunya. Adapun kebahagian yang pada masa lalu itu adalah nikmat dari Allah dan sudah seharusnya kita bersukur karena itu. Karena setiap orang mempunyai masa lalunya sendiri-sendiri maka saya pun mempunyai masa lalu. Ada yang membahagiakan kepada hati dan ada juga yang membuat hati menjadi bersedih.
Jika saya melihat kembali kepada masa lalu yang telah saya lewati dengan kesedihannya itu, terkadang saya berfikir bahwa saya berharap bisa mengulang kembali masa tersebut dan merubahnya, merubah tindakan dan ucapan saya, namun itu adalah hal yang musthil untuk dilakukan. Saya tidak akan bisa memutarkankembali waktu yang telah lewat dan saya tidak bisa menolak bahwa waktu tersebut bukan untuk saya.
Banyak sekali kesedihan dan kegundahan yang selalu saya fikirkan tentang masa lalu tersebut yang membuat hati saya menjadi gundah dan bersedih ketika berusaha menimbang masa depan.
Saya mencoba belajar tentang bagaimana caranya saya bisa melupakan masa lalu yang membuat saya bersedih hati, saya belajar untuk memotivasi diri dan membaca buku-buku tentang pengembangan diri.
Diantara sebab-sebab yang bisa mendatangkan kebahagiaan salah satunya adalah dengan melupakan hal-hal yangtelah berlalu karena jelas sekali bahwa kita tidak bisa menolak waktu tersebut ketika menjadi sebuah kesedihan. Seperti yang saya alami jelas bahwa ketika mengingat-ingat masa lalu yang membuat hati bersedih hanya akan mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga, memupuskan tekad, memikirkan masa lalu hanya akan membuat kesulitan untuk bisa move-on.

Untuk itu masa lalu sebaiknya di tutup rapat-rapat, karena setiap kesedihan dan keresahan yang kita rasakan sekarang tidak akan bisa membuat masa lalu itu kembali, dan kegalauan tidak akan bisa merubahnya. Kita juga harus memahami bahwa kehidupan yang akan datang untuk selanjutnya tidak ada yang bisa mengethui, apakah masa yang akan datang akan mengalami kebahagiaan atau membawa kesedihan. Yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan pada masa yang akan datang dan berusaha menghindari kesalahan juga memperbaiki nasib kehidupan kita dan bertawakal kepada Allah.

Bunga Cinta

Ada perasaan dimana kita akan terus berusaha untuk bisa berkomunikasai dengannya, baik dengan mengirim pusi-puisi cinta, lirik lagu, cerita lucu atau hal lainnya..
Terkadang kita berfikir bahwa kita telah menemukan cinta yang akan menemani perjalan hidup kita kedepan dengan berbagai pikiran dan sudut pandang terindah dalam hidup kita  seakan-akan tantangan cobaan-cobaan tentang kehidupan yang akan menjadi kesusahan  tidak pernah terpikirkan dan seakan tidak akan pernah datang menghampiri.
Ada perasaan yang membuat hal-hal yang ada dalam hidup kita menjadi tidak normal seperti biasanya, ketika seseorang jatuh dalam sebuah ruang yang dinamakan cinta , maka kebanyakan orang tersebut akan menjadi lebih banyak menundukan kepalanya, bukan untuk menjaga pandanagan melainkan untuk melihat sebuah alat elektronik yang dengan bantuan jari-jarinya orang tersebut bisa berkomunikasi dan berkicau di media sosial berbicara tentang harapan dan mimpi-mimpinya juga tentang keresahan dan kecemasan hatinya.
Kebiasaan-kebiasaan yang tak seperti biasanya dilakukan akan dilakukan ketika seseorang tersebut berada dalam ruang yang dinamakan Cinta, setiap orang kebiasaannya akan berbeda tergantung keuinikan dari masing-masing orang itu.
Cinta memang anugrah dari Yang Maha Kuasa kepada mahluknya, tapi bukan berarti kita harus terlena dengan cinta itu. Kita hanya perlu mengarahkan cinta dan menenpatkan cinta itu sesuai dengan hakikat cinta itu.

Jika kita memang menyukai seseorang dan memang serius dengannya maka perbaikilah diri, sayangilah dia dengan manjauhinya karena takut dan sayang bahwa dia kan mendapatkan dosa jika kita dekat dengannya sebelum halal, jangan takut kehilangan dan berfikir bahwa kita akan kehilangan orang tersebut jika kita tidak memilikinya, yakinlah bahwa apa yang telah Allah tetapkan untuk bertemu maka pasti akan bertemu dan apa yang telah Allah tetapkan untuk tidak bertemu maka tidak akan bertemu, Wallaahu'alam. Yakinlah bahwa perasaan dan cinta kita kepada sesama mahluk-Nya adalah cinta yang pana dan sesaat, yang akan mati ketika kita menemukan seseorang yang keunikan lebih baik dan sejalan dengan kita. Begitupun sebaliknya bisa jadi seseorang yang kita fikir dan kita anggap bisa menemani perjalan hidup kita ternyata pergi dan meninggalkan rasa cinta yang telah kita tanam. Karena itu jangan mudah terbawa dengan alunan cinta yang melenakan, karena hanya akan manambah hati menjadi gundah dan bersedih, yakinlah bahwa Allah menciptakan manusia itu berpasan-pasangan, so,, gak usah galau masalah cinta.

Mencintai Seseorang

Makna sebuah cinta bukanlah bagaimana kamu bisa mengungkapkan perasaan kamu kepadanya.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu rela untuk meninggalkannya bukan karena kamu berhenti mengharapkannya tetapi karena kamu menyanginya dan peduli terhadap kesuciannya.
Kamu akan berusaha menjauh dan menjaga jarak darinya karena kamu takut akan memberikan dosa kepadanya ketika kamu berdekatan dengannya dan bersentuhan dengannya.
Kamu akan berusaha menjaga pandangan kamu kepadanya,
Kamu menyadari bahwa apa yang kamu lakukan ketika bersamanya akan diminta pertanggunjawaban di kehidupan setelah mati.

Kamu akan berusaha dan mendatangi orangtuanya, kamu mencoba mengnelanya dari orang-orang terdekatnya karena kamu sadar bahwa mengenalnya dengan jalan pacaran bukanlah yang terbaik untuknya. Kamu berani menikahinya dengan jalan yang halal karena kamu mengetahui bahwa pernikahan adalah sebuah solusi untuk dua orang yang saling mencintai antara laki-laki dan perempuan.

Pulang Kerja


Sore menjelang malam tadi, dihalaman depan sebuah kamar kontrakan sehabis pulang kerja, bersama dengan teman-teman kita berbicaradan bercanda tentang cerita pasangan hidup yang sering jadi bahan perbincangan dan canda tawa sesama yang belum menikah, selain kami ada juga teman yang sudah menikah dan berkeluarga ikut dalam kebersamaan kami. lalu teman kerja kami yang sudah menikah berkata 
jangan kamu menjadi seorang pujangga yang berbicara tentang pasangan hidup karena teorimu itu tidak bisa saya percaya, jadilah seorang praktisi karena dengan pengalamanmu saya bisa mempercaimu

Dan teman yang lain juga berkata
Menikahlah karena menikah itu menyempurnakan sebagian dari agama,

Teman yang lain juga berbicara
Menikah itu banyak masalah, ketika kamu mempunyai satu masalah dan pasangan kamu mempunyai satu masalah maka kamu mempunyai dua masalah. Tapi jika sebelum menikah kamu menghadapi permasalahan sendirian, maka ketika sudah menikah kamu akan menghadapi persalahan hidup bersama pasanganmu. Dan kamu harus tahu bahwa disitulah akan ada kemesraan bersama pasanganmu.

Temanku yang sebelumnnya berbicara lagi
Jika datang kepada kamu beberapa orang yang menanyakan tentang sebuah komitmenmu, beberapa orang tersebut datang secara berturut-turut dalam waktu yang berbeda dan dalam waktu yang lama, kamu masih jauh dari pertemuan dimana kamu akan menemukan pasangannmu. Jika  ada yang datang kepadamu beberapa orang secara bersamaan maka pada saat itu pilihlah pasanganmu.

Teman yang lain menambuahkan perkataan temanku
Memilih pasanganhidup itu sangat penting dan kamu harus benar-benar mendapatkan yang terbaik. Pasanagan hidup bukanlah tentang bagaimana mencocokan sebuah komitmen dan perasaan tapi juga  bagaimana kita bisa mengisi dan saling bisa melengkapi setiap kekurangan kita, entah seperti dalam setiap perjalanan kehidupan seseorang.

Maka carilah pasangan hidup yang benar-benar terbaik karena anakmu nanti berhak mendapatkan Ibu yang terbaik.

Jumat, 21 November 2014

IKLIM

Iklim  adalah  keadaan  cuaca  rata-rata  dalam  jangka  waktu  tertentu  serta  di suatu  tempat  tertentu  pula.  Sedan  unsure-unsur  yang  menentukan  adalah  suhu, tekana udara, angin, kelembaban dan awan.  Pembagian iklim yaitu:

1.  Iklim Laut
a.  daerah  tropis  dan  sub  tropis  sampai  40º  LU/LS.  Sifat-sifat  penting  didaerah
ini adalah:
  • rata-rata suhu tahunan tidak terlalu tinggi
  • amplitude suhu harian kecil
  • banyak awan, hujan lebat, kadang-kadang badai
b.  daerah  sedang  pengaruhnya  juga  melunakkan  perbedaan  musim  panas  dan musim dingin. Sifat-sifat yang penting:
  • amplitude harian dan tahunan kecil
  • banyak awan, hujan terutama pada musim dingin tetapi hanya rintik-rintik
  • pergantian musim tidak drastis
2.  Iklim darat atau Kontinental
  • daerah  tropis  atau  sub-tropis  sampai  40º  LU/LS  mempunyai  amplitude  suhu tahunan  besar  (sahara).  Amplitudo  tahunan  kecil,  hujan  sedikit,  turun kadang-kadang dan sebentar, adakalanya disertai taufan.
  • Daerah sedang, dengan sifat-sifat:
    • Rata-rata  suhu  pada  musim  panas  tinggi  sedangkan  pada  musim  dinginrendah.
    • Amplitude suhu harian tinggi, siang hari sangat panas dan malam sangat dingin.
    • Hujan sedikit, terutama pada musim panas.
3.  Iklim daerah tinggi
Sifatnya sangat tergantung pada relief daerah masing-masing:
a.  Iklim dataran tinggi (terdapat didaerah seperti: Tibet, Balkan, dll)
  • Amplitude suhu harian dan tahunan besar.
  • Udara kering dan kelembaban rendah
  • Jarang turun hujan
b.  Iklim gunung yang terdapat pada puncak-puncak terpencil.
  • Amplitudo lebih kecil dibandingkan dataran tinggi, daerah rendah, hampi rsama dengan iklim laut
  • Hujan  turun  di  bagian  depan  gunung,  menurut  arah  angina.  Kadangkadang turun salju, trdapat mata air sungai (hulu sungai)
4. Iklim Muson
Sifat terpenting  dari  musim ini ialahprubaham  arah  angin  yang  berlawanan arah  setiap  setengah  tahun. Setengah  tahun  angin  darat  dan  selebuhnya  angin laut.  Pada  umumnya  hujan  turun  pada  musim  panas  tetapi  bisa  juga  turun  kedua  musim,  seperti  di  Jepang  dan  Filipina.  Terdapat  jumlah maksimum  dari keduanya.

Permukaan  bumi  dapat  dikategorikan  dalam  beberapa  daerah  iklim  menurut keadaan  meteorologis yang  sama  didaerah  itu.  Jadi  menurut  temperatur,  tekanan udara,  angina,  dan  turunnya  hujan.  Karakter  yang  mudah  dikenali  dari  jenis tumbuhannya. Bumi dibagi menjadi empat daerah iklim besar yaitu:

1.  Daerah iklim tropis
Daerah ini dibagi menjadi:
a.  Daerah hutan tropis dan hutan hujan tropis, dengan karakteristik:
  • curah hujan tinggi, mendekati sepanjang tahun, sedikt di musim kemarau
  • terbagi menjadi musim hujan dan kemarau
  • terdapat di daerah khatulistiwa (0º -10º LU/LS).
  • Keragaman  vegetasi tinggi, kanopi rapat membentuk atap hutan, dengan tinggi mencapai 50 m.
b.  Daerah iklim sabana.
  • Mempunyai  iklim  kemarau  yang  nyata,  seperti  pada  pulau  sunda  kecil,pulau komodo.
  • Keragaman vegetasi rendah
2.  Daerah iklim sub-tropis
Daerah  ini  terdapat  antara  daerah  tropika  sedang.  Akan  tetapi  tidak  dapat ditentukan batas-batasnya dengan jelas. Daerah ini dibagi lagi menjadi:
a.  Daerah iklim stepa
  • Berupa  padang  rumput  luas  yang  masih  ada  sedukit  pepohonan  kecil,  masihturun hujan walaupun hanya sedikit
b.  Daerah gurun pasir
  • Terdapat  pada  20º-40º  LU/LS,  angin  yang  bertiup  adalah  angin  darat,  hujan hanya turun beberapa kali dalam setahun
3.  Daerah iklim sedang
Mempunyai  pergantian  iklim  yang  tertentu  dalam  satu  tahun.  Disini  bertiup angin darat, dan kadang-kadang angina ribut dan badai

4.  Daerah iklim kutub
Terdapat pada kedua kutub di bumi. Antartika dan arktika. Dengan karakteristik:
a. Iklim tundra
  • Vegetasi  berupa  lumut,  terdapat  dibawah  garis  salju  (pegunungan),  suhu terpanas hanya 10º C
b.  Iklim Salju
  • Suhu rata-rata dibawah 0º C, terdapat di  kedua kutub bumi, terdapat juga dipegunungan  yang  tinggi.  Garis  batas  salju  di  kutub  utara  terdapat  di  lautan sedangkan  kutub  selatan  di  daratan  antartika  dan  lautan.  Sedangkan  di pegunungan,  sebagai  contoh  Alpen  pada  2400  mdpl,  Indonesia  hanya terdapat di Puncak Jaya, pegunungan Jaya Wijaya Papua. 
Berbeda  dengan  pembagian  iklim  diatas,  dapak  dikategorikan  daerah  sub-tropis sebagai daerah sedang. Pembagian tersebut yaitu:
  • Iklim darat boreal, dengan suhu rata-rata. Suhu terdingin hingga -30º C
  • Iklim  sedang  yang  basah,  yaitu  daerah  yang  menerima  hujan  sepanjang  tahun, temperature rata-rata, terdingin 0º C
  • Iklim sub-tropis dengan musim panas kering atau iklim laut tengah
  • Iklim sub-tropis dengan musim dingin yang kering atau iklim tiongkok

Kamis, 13 November 2014

JADILAH DIRIMU

“Bila engkau tidak dapat menjadi beringin yang tegak diatas puncak bukit, maka jadilah saja rumput, tetapi rumput yang tumbuh memperkuat tanggul. Bila engkau tidak bisa menjadi jalan besar, maka jadilah saja jalan setapak, tetapi jalan setapak yang menuju ke mata air. Tidak semuanya dapat menjadi nahkoda, tentu harus ada kelasi. Sebaik-baiknya engkau adalah menjadi dirimu sendiri.”

JENIS-JENIS PENDAKIAN

Olah raga mendaki gunung sebenarnya mempunyai tingkat dan kualifikasinya. Seperti yang sering kita kenal dengan istilah mountaineering atau istilah serupa lainnya.
Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering dapat dibagi sebagai berikut :
1. Hill Walking / Feel Walking
• Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari. Contohnya perjalanan ke Gunung Gede atau Ceremai.
2. Scarmbling
• Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Tangan kadang-kadang dipergunakan hanya untuk keseimbangan. Contohnya : pendakian di sekitar puncak Gunung Gede Jalur Cibodas.
3. Climbing
• Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari,hanya rekreasi ataupun beberapa pendakian gunung yang praktis. Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan.
Bentuk climbing ada 2 macam :
a. Rock Climbing
pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis.
b. Snow and Ice Climbing
Pendakian pada es dan salju. Pada pendakian ini, peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan, seperti ice axe, ice screw, crampton, dll

MANAJEMEN PERJALANAN & PERALATAN


Perencanan perjalanan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari informasi. Untuk mendapatkan data-data kita dapat memperoleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Tidak salah juga bila meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki.

Selanjutnya buatlah ROP (Rencana Operasi Perjalanan). Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa, perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah ROP secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain (satu kelompok), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya.

Intinya dalam perencanaan pendakian, hendaknya memperhatikan :
■ Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan.
■ Mempelajari medan yang akan ditempuh.
■ Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin.
■ Pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian.
■ Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa.

Perlengkapan dasar perjalanan
■ Perlengkapan jalan : sepatu, kaos kaki, celana, ikat pinggang, baju, topi, jas hujan, dll.
■ Perlengkapan tidur : sleeping bag, tenda, matras dll.
■ Perlengkapan masak dan makan: kompor, sendok, makanan, korek dll.
■ Perlengkapan pribadi : jarum , benang, obat pribadi, sikat, toilet paper / tissu, dll.
■ Ransel / carrier.

Perlengkapan pembantu
■ Kompas, senter, pisau pinggang, golok tebas, Obat-obatan.
■ Peta, busur derajat, douglass protector, pengaris, pensil dll.
■ Alat komunikasi (Handy talky), survival kit, GPS [kalo ada]
■ Jam tangan.

Packing atau menyusun perlengkapan kedalam ransel.
• Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya.
• Masukkan dalam kantong plastik.
• Letakkan barang barang yang ringan dan jarang penggunananya (mis : Perlengkapan tidur) pada yang paling dalam.
• Barang barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil.
• Tempatkan barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan badan / punggung.
• Buat Checklist barang barang tersebut

Pedoman Perjalanan Alam Terbuka
Untuk merencanakan suatu perjalanan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. Ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.

Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:
• Where (Dimana), untuk melakukan suatu kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, misalnya: Tangkiling-Bukit Batu-Palangkaraya.
• Who (Siapa), apakah anda akan melakukan kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok. contoh: satu kelompok (25 personil) terdiri dari 5 orang anggota penuh (panitia) dan 20 orang siswa DIKLAT (peserta)
• Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR.
• When (Kapan) waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, berapa lama? contoh : 23 Februari 2005 sampai dengan 25 Februari 2005
Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut: pada tanggal 23-25 Februari 2007 akan diadakan DIKLAT, yang akan dilaksanakan oleh 5 panitia dan diikuti 20 orang siswa DIKLAT. Tempat yang digunakan untuk DIKLAT tersebut yaitu di Lompobattang-Bawakaraeng.
Untuk How [Bagaimana] merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :
• Bagaimana kondisi lokasi
• Bagaimana cuaca disana
• Bagaimana perizinannya
• Bagaimana mendapatkan air
• Bagaimana pengaturan tugas panitia
• Bagaimana acara akan berlangsung
• Bagaimana materi yang disampaikan
• dan masih banyak “bagaimana ?” lagi (silahkan anda mengembangkannya lagi)
Dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun rencana gegiatan yang didalamnya mencakup rincian:
1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp, pembagian waktu dan sebagainya.
2. Pengurusan perizinan
3. Pembagian tugas panitia
4. Persiapan kebutuhan acara
5. Kebutuhan peralatan dan perlengkapan
6. dan lain sebagainya.
Keberhasilan suatu kegiatan di alam terbuka juga ditentukan oleh perencanaan dan perbekalan yang tepat. Dalam merencanakan perlengkapan perjalanan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
1. Mengenal jenis medan yang akan dihadapi (hutan, rawa, tebing, dll)
2. Menentukan tujuan perjalanan (penjelajahan, latihan, penelitian, SAR, dll)
3. Mengetahui lamanya perjalanan (misalnya 3 hari, seminggu, sebulan, dsb)
4. Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa beban
5. Memperhatikan hal-hal khusus (misalnya : obat-obatan tertentu)

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, maka kita dapat menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi beratnya tidak melebihi sepertiga berat badan (sekitar 15-20 kg), walaupun ada yang mempunyai kemampuan mengangkat beban sampai 30 kg.

Dari kegiatan penjelajahan, ada beberapa jenis perjalanan yang disesuaikan dengan medannya, yaitu :
1. Perjalanan pendakian gunung
2. Perjalanan menempuh rimba
3. Perjalanan penyusuran sungai, pantai dan rawa
4. Perjalanan penelusuran gua
5. Perjalanan pelayaran

Untuk perjalanan ilmiah dan kemanusiaan, bisa pula dikelompokkan berdasarkan jenis medan yang dihadapi. Dari setiap kegiatan tersebut, kita dapat mengelompokkan perlengkapannya sebagai berikut :

1. Perlengkapan dasar, meliputi :
o Perlengkapan dalam perjalanan / pergerakkan
o Perlengkapan untuk istirahat
o Perlengkapan makan dan minum
o Perlengkapan mandi
o Perlengkapan pribadi

2. Perlengkapan khusus, disesuaikan dengan perjalananan, misalnya
o Perlengkapan penelitian (kamera, buku, dll)
o Perlengkapan penyusuran sungai (perahu, dayung, pelampung, dll)
o Perlengkapan pendakian tebing batu (carabineer, tali, chock, dll)
o Perlengkapan penelusuran gua (helm, headlamp/senter, harness, sepatu karet, dll)

3. Perlengkapan tambahan
Perlengkapan ini dapat dibawa atau tergantung evaluasi yang dilakukan (misalnya : semir, kelambu, gaiter, dll).

Mengingat pentingnya penyusunan perlengkapan dalam suatu perjalanan, maka sebelum memulai kegiatan, sebaiknya dibuatkan check-list terlebih dahulu. Perlengkapan dikelompokkan menurut jenisnya, lalu periksa lagi mana yang perlu dibawa dan tidak.
Apabila perjalanan kita lakukan dengan berkelompok, maka check-list nya untuk perlengkapan regu dan pribadi. Dalam perjalanan besar dan memerlukan waktu yang lama, kita perlu menentukan perlengkapan dan perbekalan mana saja yang dibawa dari rumah atau titik keberangktan, dan perlengkapan atau perbekalan mana saja yang bisa dibeli di lokasi terdekat dengan tujuan perjalanan kita.
Yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.

Packing

Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.
Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
1. Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.
2. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.
Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
• Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
• Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
• Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier.
• Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier.
Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

Memilih dan Menempatkan Barang

Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki atau kegiatan alam bebas selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa, contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier.

Matras ; Sebisa mungkin matras disimpan didalam carrier jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.

Kantung Plastik ; Selalu siapkan kantung plastik didalam carreir anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam carrier anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.

Menyimpan Pakaian ;
Jika anda meragukan carrier yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik [dry-zax], gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.

Menyimpan Makanan ;
Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.

Menyimpan Korek Api Batangan ;
Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.

Packing Barang / Menyusun Barang Di Carrier ;
Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.

Perlengkapan Pribadi Alam Bebas

Outdoor activity atau kegiatan alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko dan memerlukan perhitungan yang cermat. Jika salah-salah maka bukan mustahil musibah akan mengancam setiap saat. Sebagai contoh, sebuah referensi pernah mencatat bahwa salah satu kegiatan alam bebas yaitu rock climbing [panjat tebing] merupakan jenis olahraga yang resiko kematiannya merupakan peringkat ke-2 setelah olahraga balap mobil formula-1.

Tentu saja resiko tersebut terjadi apabila safety-procedure tidak menjadi perhatian yang serius, tetapi apabila safety-procedure diperhatikan dan sering berlatih, maka resiko tersebut dapat ditekan sampai titik paling aman.

Perjalanan alam bebas pasti akan bersentuhan dengan cuaca, situasi medan dan waktu yang kadang tidak bersahabat, baik malam atau siang hari, oleh karena itu perlu dipersiapkan perlengkapan yang memadai.

Salah satu “perisai diri” ketika melakukan aktivitas alam bebas adalah perlengkapan diri pribadi. Berikut digambarkan beberapa perlengkapan pribadi standard.

1. Tutup kepala/topi
Untuk melindungi diri dari cuaca panas atau dingin perlu penutup kepala. Dalam keadaan panas atau hujan, maka tutup kepala yang baik adalah yang juga dapat melindungi kepala dan wajah sekaligus. Untuk ini pilihan terbaik adalah topi rimba atau topi yang punya pelindung keliling. Topi pet atau topi softball tidak direkomendasikan.
Pada cuaca dingin malam hari atau di daerah tinggi, maka penutup kepala yang baik adlah yang dapat memberikan rasa hangat. Pilihannya adalah balaklava atau biasa disebut kupluk.

2. Syal-slayer
Slayer atau syal bukan hanya digunakan sebagai identitas organisasi, tetapi sebetulnya mempunyai fungsi lainnya. Syal/slayer dapat digunakan untuk menghangatkan leher ketika cuaca dingin, dapat juga digunakan sebagai saringan air ketika survival. Syal/slayer juga sangat berguna ketika dalam keadaan darurat, baik digunakan untuk perban darurat atau sebagai alat peraga darurat. Oleh karenanya disarankan menggunakan syal/slayer yang berwarna mecolok dan terbuat dari bahan yang kuat serta dapat menyerap air namun cepat kering.

3. Baju
Kebutuhan ini multak, tidak bisa beraktivitas tanpa baju [bayangkan kalau tanpa ini, maka kulit akan terbakar matahari]. Baju yang baik adalah dari bahan yang dapat menyerap keringat, tidak disarankan menggunakan baju dari bahan nilon karena panas dan tidak dapat meyerap keringat. Baju dengan bahan demikian biasanya adalah planel atau paling tidak kaos dari bahan katun.
Pilihan warna untuk aktivitas lapangan seperti halnya juga slayer/syal adalah yang mencolok agar bisa terjadi keadaan darurat [misalnya hilang] dapat dengan mudah diidentifikasi dan dikenali.

Dalam beraktivitas di alam bebas jangan pernah melupakan baju salin/ganti, hal ini karena aktivitas lapangan akan sangat banyak mengeluarkan energi yang membuat badan kita berkeringat. Bawalah baju salain 2 atau 3 buah.

4. Celana
Celana lapang yang baik adalah yang memnuhi syarat ringan, mudah kering dan dapat menyerap keringat. Pemakaian bahan jeans sangat tidak direkomendasikan karena berat dan susah kering dan membuat lecet. Celana yang baik adalah kain dengan tenunan ripstop [bila berlubang kecil tidak merembet atau robek memanjang]. Bila aktivitas dilakukan di daerah pantai atau perairan juga baik bila menggunakan bahan dari parasut tipis.
Selain celana panjang, jangan lupa bahwa under-wear juga penting. jangan lupa juga untuk menyediakan serep ganti.


5. Jaket
Salah satu perlengkapan penting dalam alam bebas adalah jaket. Jaket digunakan untuk melindungi diri dari dingin bahkan sengatan matahari atau hujan.
Jaket yang baik adalah model larva, yaitu jaket yang panjang sampai ke pangkal paha. Jaket ini juga biasanya dilengkapi dengan penutup kepala [kupluk]. Akan sangat baik bila jaket yang memiliki dua lapisan (double-layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyeyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan dingin. Kini teknologi tekstil sudah mampu memproduksi Gore-Tex bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki bahan ini memungkinkan kulit tetap bernafas, tidak gerah mengeluarkan keringat mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proff) sayang, bahan ini masih mahal. Yang paling baik jaket terbuat dari bulu angsa-biasanya digunakan untuk kegiatan pendakian gunung es].

6. Slepping bag
Istirahat adalah kebutuhan pegiat alam bebas setelah aktivitas yang melelahkan seharian. Tempat istirahat yang ideal adalah dengan menggunakan slepping bag [kantong tidur]. Slepping bag yang baik juga biasanya terbuat dari dua sisi, yaitu yang dingin, licin dan tahan air satu sisi, dan yang hangat dan tebal disisi lain. Penggunaannya sesuai dengan cuaca saat istirahat.

7. Sepatu
Sepatu yang baik yaitu yang melindungi tapak kaki sampai mata kaki, kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, ada lubang ventilasi bersekat halus. Gunakan sepatu yang dapat dikencangkan dan dieratkan pemakaiannya [menggunakan ban atau tali. Dilapangan sepatu tidak boleh longgar karena akan menyebabkan pergesekan kaki dengan sepatu yang berakibat lecet. Penggunaan sepatu juga harus dibarengi dengan kaos kaki. Untuk ini juga sebaiknya disediakan kaos kaki serep bila suatu saat basah.

8. Carrier
Carrier bag atau ransel sebaiknya gunakan yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlampau kecil, artinya mampu menampung perlengkapan dan peralatan yang dibawa. Sebaiknya jangan menggunakan carrier yang mempunyai banyak kantong dibagian luar karena dalam keadaan tertentu ini akan menghambat pergerakan. Gunakan carrier yang ramping walaupun agak tinggi, ini lebih baik daripada yang gemuk tetapi rendah. Sebelum berangkat harus diperhatikan jahitan-jahitannya, karena kerusakan pada jahitan terutama sabuk sandang akan berakibat sangat fatal.


9. Alat masak, makan dan mandi
Perlengkapan sangat penting lainnya adalah alat masak, makan dan mandi. Bagimanapun juga dalam kondisi lapangan kita sangat perlu untuk menghemat aktu dan bahan masalak. Gunakan alat dari alumunium karena cepat panas, untuk ini nesting menjadi pilihan yang sangat baik, disamping dia ringkas dan serba guna. Juga perlu dipersiapkan alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll) dan pastikan bahan bakar untuk memasak / membuat api seperti lilin, spirtus, parafin, dll.
Jangan lupa juga siapkan phiples minum sebagai bekal perjalanan [saat ini banyak tersedia model dan jenis phipless].
Perlengkapan mandi juga sangat penting karena tidak jarang perjalanan dilakukan berhari-hari dengan tubuh penuh keringat. Bawalah alat mandi seperti sabun yang berkemasan tube agar mudah disimpan dan tidak perlu membuang sampah bungkusan disembarang tempat.

10. Obat-obatan dan Survival Kits
Perlengkapan pribadi lainnya yang sangat penting adalah obat-obatan, apalagi kalau pegiat mempunyai penyakit khusus tertentu seperti asma. Disamping obat-obatan juga setidaknya mempunyai kelengkapan survival kits.

Perencanaan Perbekalan

Dalam perencanaan perjalanan, perencanaan perbekalan merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Lamanya perjalanan yang akan dilakukan
Aktifitas apa saja yang akan dilakukan
Keadaaan medan yang akan dihadapi (terjal, sering hujan, dsb)
Sehubungan dengan keadaan diatas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam merencanakan perjalanan:
a. Cukup mengandung kalori dan mempunyai komposisi gizi yang memadai.
b. Terlindung dari kerusakan, tahan lama, dan mudah menanganinya.
c. Sebaiknya makanan yang siap saji atau tidak perlu dimasak terlalu lama, irit air dan bahan bakar.
d. Ringan, mudah didapat
e. Murah

Perjalanan ke alam terbuka pasti mengandung resiko. Tiap perjalanan memiliki tingkat resiko dan bahaya yang bervariasi.bahaya dan resiko tersebut dapat jauh diminimalisir dengan berbagai persiapan. Persiapan umum yang harus dimiliki seorang pendaki sebelum mulai naik gunung antara lain:
1. Membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, peta, altimeter [Alat pengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut], atau kompas. Untuk itu, seorang pendaki harus paham bagaimana membaca peta dan melakukan orientasi. Jangan sekali-sekali mendaki bila dalam rombongan tidak ada yang berpengalaman mendaki dan berpengetahuan mendalam tentang navigasi.
2. Pastikan kondisi tubuh sehat dan kuat. Berolahragalah seperti lari atau berenang secara rutin sebelum mendaki.
3. Bawalah peralatan pendakian yang sesuai. Misalnya jaket anti air atau ponco, pisahkan pakaian untuk berkemah yang selalu harus kering dengan baju perjalanan, sepatu karet atau boot (jangan bersendal), senter dan baterai secukupnya, tenda, kantung tidur, matras.
4. Hitunglah lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik. Berapa banyak harus membawa beras, bahan bakar, lauk pauk, dan piring serta gelas. Bawalah wadah air yang harus selalu terisi sepanjang perjalanan.
5. Bawalah peralatan medis, seperti obat merah, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu.
6. Jangan malu untuk belajar dan berdiskusi dengan kelompok pencinta alam yang kini telah tersebar di sekolah menengah atau universitas-universitas.
7. Ukurlah kemampuan diri. Bila tidak sanggup meneruskan perjalanan, jangan ragu untuk kembali pulang.
Memang, mendaki gunung memiliki unsur petualangan. Petualangan adalah sebagai satu bentuk pikiran yang mulai dengan perasaan tidak pasti mengenai hasil perjalanan dan selalu berakhir dengan perasaan puas karena suksesnya perjalanan tersebut. Perasaan yang muncul saat bertualang adalah rasa takut menghadapi bahaya secara fisik atau psikologis. Tanpa adanya rasa takut maka tidak ada petualangan karena tidak ada pula tantangan.

Risiko mendaki gunung yang tinggi, tidak menghalangi para pendaki untuk tetap melanjutan pendakian, karena Zuckerma menyatakan bahwa para pendaki gunung memiliki kecenderungan sensation seeking [pemburuan sensasi] tinggi. Para sensation seeker menganggap dan menerima risiko sebagai nilai atau harga dari sesuatu yang didapatkan dari sensasi atau pengalaman itu sendiri. Pengalaman-pengalaman yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan tersebut membentuk self-esteem [kebanggaan /kepercayaan diri].

Pengalaman-pengalaman ini selanjutnya menimbulkan perasaan individu tentang dirinya, baik perasaan positif maupun perasaan negatif. Perjalanan pendakian yang dilakukan oleh para pendaki menghasilkan pengalaman, yaitu pengalaman keberhasilan dan sukses mendaki gunung, atau gagal mendaki gunung. Kesuksesan yang merupakan faktor penunjang tinggi rendahnya self-esteem, merupakan bagian dari pengalaman para pendaki dalam mendaki gunung.

Fenomena yang terjadi adalah apakah mendaki gunung bagi para pendaki merupakan sensation seeking untuk meningkatkan self-esteem mereka? Selanjutnya, sensation seeking bagi para pendaki gunung kemungkinan memiliki hubungan dengan self-esteem pendaki tersebut. Karena pengalaman yang dialami para pendaki dalam pendakian dapat berupa keberhasilan maupun kegagalan.
 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons